Rabu, 20 April 2011

Human Pheromones


Penelitian menyebutkan bahwa kelenjar apokrin wanita dapat mempengaruhi masa siklus menstruasi wanita. Hal ini dapat memicu munculnya dormitory effect (wanita-wanita yang tinggal dan hidup bersama cenderung untuk mensinkronkan siklus menstruasi mereka).

Keberadaan wanita dapat menstimulasi jenggot pria untuk tumbuh lebih cepat dan keberadaan pria nampaknya mempengaruhi ovulasi wanita.

Bila wanita sedang dalam masa ovulasi atau mendekati masa tersebut, dan sedang dalam masa fertil, vagina akan mensekresikan feromon yang disebut copulin. Feromon ini diduga dapat meningkatkan tingkat testoteron pria.

Sumber: Saladin - Anatomy & Physiology - The Unity of Form and Function, 3rd ed (McGraw-Hill 2003)

Rabu, 06 April 2011

Dari Delegasi menjadi Ketua Pelaksana

ANTIBIOTIC (Annual Training for Better Islamic Health Knowledge and Applicattion), sebuah seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran) dan teknis pelaksanaannya diamanahkan kepada anggota FULDFK yang merupakan LDF (Lembaga Dakwah Kampus) dari universitas-universitas se-Indonesia. Setidaknya itulah pengertian tersingkat yang bisa saya jelaskan mengenai event terbesar mahasiswa muslim FK se-Indonesia ini. Jujur saja, saya sendiri belum genap satu tahun mengenal ANTIBIOTIC. Di sini saya akan bercerita sedikit tentang kronologis saya mengenal ANTIBIOTIC. Selamat mengikuti!

Sekitar pertengahan tahun lalu saat saya masih menjadi seorang staf departemen ITKOM LKI FK UB 2010, saya ditawari oleh sekdep (sekretaris departemen) ITKOM untuk ikut menyusun KTI (Karya Tulis Ilmiah) dengan beliau dan saya mengiyakannya. Beberapa hari kemudian beliau kembali menghubungi saya dan menawari saya untuk menjadi delegasi ANTIBIOTIC ke-6 di Padang dan saya pun juga menerima dengan kepolosan saya. Saat itu saya sendiri masih sangat awam tentang ANTIBIOTIC dan pemahaman saya tentang ANTIBIOTIC saat itu adalah sebuah lomba KTI yang disisipi dengan acara seminar. Asumsi ini saya dapat karena sebelumnya beliau menawari untuk bersama-sama menyusun KTI.

Alhasil, setelah beberapa minggu beliau tidak pernah melakukan koordinasi terkait KTI selain pembagian tugas, mungkin karena waktu itu saya masih kurang kompeten untuk menyusun sebuah KTI dan belum sekalipun menyumbangkan ide kepada beliau. Wa Allahu alam bish showwab! Namun, hal yang tak terduga sebelumnya malah mencuat. Beliau meminta saya untuk menandatangani proposal pengiriman delegasi ANTIBIOTIC ke-6 dari LKI FK UB dan meminta saya untuk mempelajari proposal undangan ANTIBIOTIC ke-6. Sejak saat itulah saya mulai mengenal ANTIBIOTIC. Hal lain yang tak kalah mengejutkan adalah delegasi yang dikirimkan hanya satu orang.

Setelah beberapa hari usaha melakukan perundingan dengan pihak dekanat, Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan dana bantuan untuk keberangkatan saya ke Padang meskipun masih terhitung setengahnya dari dana yang saya butuhkan. Karena alasan ini pula rencana pengiriman saya ke Padang sebagai delegasi ANTIBIOTIC ke-6 dari LKI FK UB hampir dibatalkan. Saya pribadi cukup ikhlas menerima mengingat dana yang saya butuhkan untuk berangkat tidak sedikit dan karena pada waktu itu saya sedang menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS). Namun, kekurangan dana tersebut akhirnya ditutup oleh dana sisa dari salah satu proker LKI.

Saya pun berangkat ke Padang. Ini adalah pengalaman pertama saya naik pesawat terbang dan tidak tanggung-tanggung, saya menumpangi 4 pesawat berbeda dalam perjalanan saya pulang-pergi menjalankan amanah menjadi delegasi ANTIBIOTIC ke-6. Saya berangkat dengan sebuah pesan dari sekdep ITKOM. Isi pesan tersebut kurang lebih adalah saya harus sebanyak dan sedetil mungkin mendapatkan info mengenai seluk-beluk ANTIBIOTIC ke-6, bahkan kalau memungkinkan saya ikutserta dalam syuro’ (rapat) evaluasi panitia resmi ANTIBIOTIC ke-6. Bagi saya pesan atau lebih tepatnya tugas tersebut adalah suatu timbal-balik yang harus saya berikan pada LKI FK UB karena saya diamanahi menjadi delegasi ANTIBIOTIC ke-6 tanpa dipungut biaya.

Beberapa bulan berselang setelah kepulangan saya dari Padang menghadiri rangkaian kegiatan ANTIBIOTIC ke-6. Ternyata saya mulai menyadari ada maksud tersembunyi dari pengiriman saya ke Padang sebagai delegasi ANTIBIOTIC ke-6. Saya selidiki ternyata pihak Pengurus Harian LKI kala itu sedang mempersiapkan seseorang yang dapat diamanahi tugas memegang amanah terbesar  LKI FK UB 2011, yaitu menjadi panitia penyelenggara ANTIBIOTIC ke-7. Saya benar-benar terkejut waktu itu meskipun saya mendapatkan info ini secara tidak langsung. Saya terkejut karena tak lain dan tak bukan seseorang yang dapat diamanahi tersebut adalah saya karena saya satu-satunya delegasi ANTIBIOTIC ke-6 dari LKI FK UB dan saya sendiri merasa belum siap mengemban amanah yang luar biasa berat ini.

Tak lama setelah maksud tersembunyi tersebut saya ketahui, terpilihlah ketua umum LKI FK UB yang baru. Dugaan pun menjadi keyataan, ketum LKI yang baru meminta saya untuk menjadi kadep (kepala departemen) IMED LKI FK UB sekaligus menjadi ketua pelaksana ANTIBIOTIC ke-7. Dengan beberapa pertimbangan dan petunjuk dari Allah Ta’ala, saya menerima permintaan ketum LKI meski masih ada sedikit keraguan untuk menggenggam amanah raksasa ini.

Itulah sekelumit kisah tentang alasan terpilihnya saya menjadi ketua pelaksana ANTIBIOTIC ke-7 di Malang, setidaknya dari sudut pandang saya sendiri.

Sebuah renungan:
Terkadang kita menganggap Allah jarang bahkan tidak pernah mengabulkan do’a kita. Padahal Allah selalu mengabulkan do’a kita hanya saja kita tak pernah menyadari bahwa do’a tersebut sudah terkabul karena bentuk pengabulan do’a oleh Allah terkadang tidak sepenuhnya sama dengan yang kita minta kepada-Nya.

Senin, 04 April 2011

Breaktrough: Sedikit Bukti Video Game Membawa Dampak Positif bagi Kesehatan

Postingan kali ini melanjutkan postingan pertama saya (Breaktrough: Sedikit Bukti Video Game Membawa Dampak Positif bagi Kesehatan) bahwa video game juga punya dampak negatif bagi kesehatan. berikut ini saya paparkan sedikit bukti ilmiah yang dapt memperkuat argumen saya tersebut.

Study: Surgeons who play video games more skilled

CHICAGO, Illinois (Reuters) -- Playing video games appears to help surgeons with skills that truly count: how well they operate using a precise technique, a study said Monday. There was a strong correlation between video game skills and a surgeon's capabilities performing laparoscopic surgery in the study published in the February issue of Archives of Surgery. Laparoscopy and related surgeries involve manipulating instruments through a small incision or body opening where the surgeon's movements are guided by watching a television screen. Video game skills translated into higher scores on a day-and-half-long surgical skills test, and the correlation was much higher than the surgeon's length of training or prior experience in laparoscopic surgery, the study said.
Out of 33 surgeons from Beth Israel Medical Center in New York that participated in the study, the nine doctors who had at some point played video games at least three hours per week made 37 percent fewer errors, performed 27 percent faster, and scored 42 percent better in the test of surgical skills than the 15 surgeons who had never played video games before.

"It was surprising that past commercial video game play was such a strong predictor of advanced surgical skills," said Iowa State University psychology professor Douglas Gentile, one of the study's authors. It supports previous research that video games can improve "fine motor skills, eye-hand coordination, visual attention, depth perception and computer competency," the study said.
"Video games may be a practical teaching tool to help train surgeons," senior author Dr. James Rosser of Beth Israel said. While surgeons may benefit from playing video games, the study did not give parents a pass if their children play the games for hours on end. A 2004 survey by Gentile found 94 percent of adolescents play video games for an average of nine hours a week. Game-playing has been linked to aggressiveness, poor school grades and can become a substitute for exercise.
"Parents should not see this study as beneficial if their child is playing video games for over an hour a day," Gentile said. "Spending that much time playing video games is not going to help their child's chances of getting into medical school."


Mata Kurang Awas? Segera Main Game!
By Muhammad Firman
VIVAnews - Keuntungan bermain game ternyata dapat dirasakan oleh pilot pesawat tempur hingga orang yang menderita amblyopia, atau mereka yang salah satu indra matanya tidak sebaik mata lainnya. Dari penelitian, kemampuan visual bisa ditingkatkan dengan memainkan game tertentu.
Dari penelitian, ternyata game yang baru-baru ini dirilis yakni Call of Duty: BlackOps dan Halo: Reach lolos persyaratan sebagai game yang sangat bermanfaat untuk mata.
“Game penuh aksi dapat meningkatkan kemampuan visual, khususnya perhatian terhadap obyek tertentu yang dapat membantuk seseorang untuk gokus terhadap informasi visual terkait,” kata Bjorn Hubert-Wallander, seorang peneliti WIREs Cognitive Science, seperti dikutip dari Bright Side of News, 22 November 2010.
Perhatian visual, kata Wallander, sangat penting untuk mencegah kelebihan beban sensor, karena otak terus menerus dihadapkan dengan informasi visual secara berlebihan.
Sebenarnya manusia sudah memiliki kemampuan untuk mengabaikan input yang tidak relevan. Contohnya informasi pemandangan saat mengemudikan kendaraan, atau wajah-wajah yang tak dikenal saat mata melakukan pencarian terhadap teman di sekumpulan orang banyak.
“Perhatian visual merupakan mekanisme yang memungkinkan orang memilih informasi visual yang relevan dan menyingkirkan informasi yang tidak dibutuhkan,” kata Wallander. “Meningkatkan kemampuan ini dapat bermanfaat di bidang pelatihan militer, pendidikan, dan beberapa hal lain terkait masalah visual,” ucapnya.
Pada penelitian, ilmuwan mengumpulkan sekelompok relawan untuk melakukan hal-hal terkait perhatian visual. Hasilnya, para relawan yang merupakan gamer selalu berhasil menjalankan tugasnya secara lebih baik dibanding mereka yang tidak bermain game.
Meski demikian, tidak semua video game bisa bermanfaat. Hanya game yang membutuhkan respon cepat terhadap informasi visual di saat penggunanya harus membagi perhatian lah yang mampu meningkatkan perhatian visual.
“Game yang cepat dan penuh aksi sangat berpotensi untuk meningkatkan kemampuan partisipan,” kata Wallander. “Game-game ini mengharuskan pemainnya membidik dan menembak secara akurat di layar sambil terus menerus melacak musuh lain pada objek yang bergerak cepat,” ucapnya.
Sebelumnya, penelitian serupa juga membuktikan bahwa memainkan game first person shooter seperti Unreal Tournament 2004 dan Call of Duty 2 lebih bermanfaat untuk mata dibandingkan dengan The Sims 2.

Sedikit pemaparan saya di atas setidaknya dapat memberikan sedikit bukti ilmiah bahwa tak selamanya video game "hanya" membawa dampak negatif. Tetap berpikiran terbuka dan jangan selalu menilai buku hanya dari sampulnya.
 

Senin, 28 Maret 2011

Tavern of Heroes (Kedai Para Pahlawan)

Sebuah tempat berkumpulnya para ksatria untuk bertukar pikiran, membentuk kelompok dan melakukan perjanjian, baik perjanjian damai maupun pertempuran. Kedai ini hanya dapat muncul dan terlihat oleh para ksatria yang memiliki tujuan menempa kemampuan yang dimiliki dengan cara berinteraksi dengan ksatria lainya.

"Never run away from the battlefield cause only on the battlefield you can learn how to fight" by R. Dalvin.

Kamis, 24 Maret 2011

Ikhlaskan Langkah dan Tetaplah Tersenyum

Layang-layang semakin membumbung saat dia akan menentang angin, Nelayan akan semakin tangguh saat berhasil keluar dari badai. Ikhlaskan kepenatan hari ini dengan senyuman dan bersiap untuk lembaran baru esok hari.
Kesenangan hidup tercapai saat kita mampu seperti gula yang dengan ikhlas menerima saat kopi dikatakan manis. Bagai wewangian yang dengan senang menerima ketika baju dikatakan harum, serta pohon mangga yang membalas orang yang melemparinya dengan memberi buah.
Ikhlaskan langkah dan tetaplah tersenyum.

By Ardiansyah, FSKI FK UNAND

Rabu, 23 Maret 2011

The Disorder of Love

Ibnu Sina mendeskripsikan Love Disorder sebagai sebuah obsessive disorder yang mirip dengan gejala depresi berat, yakni pikiran pasien terbebani dengan imajinasi visual dan pemikiran yang obsesif. Secara fisik, penyakit (disease) ini memiliki ciri pasien nampak kurang terawat, mata cekung dan kering, kedipan mata berulang kali, dan tertawa berlebihan yang kadang-kadang diselingi dengan tangisan. Mungkin terjadi perubahan pada sistem cardiopulmonary seperti napas cepat dan terhambat (rapid and paused breathing), mudah berkeringat, dan detak nadi irreguler. Biasanya juga ada gejala gangguan tidur dan prilaku. Gangguan ini mungkin muncul sebagai depresi, mania, dan gangguan tingkah laku yang membutuhkan pengobatan yang spesifik.

Ibnu Sina berpendapat bahwa identifikasi seseorang yang dicintai merupakan landasan penatalaksanaan pasien dengan Love Disorder. Cara pemeriksaan diagnosisnya adalah dengan menyebutkan sejumlah nama dengan tetap mencatat / memonitor detak jantung pasien. Perubahan pada kualitas dan nilai detak jantung (pulse rate and quality) saat disebutkan nama yang sesuai mungkin mengindikasikan nama orang yang dicintai oleh pasien. Tes juga harus diulang-ulang dengan menyebutkan nama-nama gelar, pekerjaan, tempat, dan kota yang kemungkinan besar berhubungan dengan nama orang yang dicintai pasien untuk menemukan lokasi keberadaan orang yang diduga menjadi etiologi penyakit pasien. Tes detak jantung dan nama ini adalah contoh klasik reaksi psikosomatik (kondisi mental atau jiwa dapat mempengaruhi kondisi tubuh).

Ibnu Sina merekomendasikan dokter agar berusaha memastikan terjadinya pernikahan yang sah antara pasien dengan sang kekasih bila diagnosis dapat ditegakkan dengan pasti. Apabila hal ini tak dapat dilakukan, maka pilihan lain harus segera diambil, seperti:
  • Pasien dipancing agar mencintai orang lain sehingga dia dapat melupakan orang yang menjadikan dia sakit
  • Menyalahkan dan mengejek pasien kadang-kadang berhasil
  • Diskusi dengan pasien berprilaku mania dan obsesif terkait penyakitnya juga cukup berguna.
  • Pasien terus dibuat sibuk dengan perjuangan dan konflik yang berhubungan dengan orang lain untuk mengalihkan perhatiannya
  • Mengajak pasien beraktifitas di luar ruangan
  • Mengadukan / memberitahu orang yang dicintai pasien terkait perasaan pasien kepadanya mungkin bermanfaat,namun juga dapat berakibat negatif (Do or Die!)

Deskripsi dari Love Disorder termasuk ciri-ciri dari gangguan mood, kecemasan, prilaku, dan obsessive-compulsive disorder. Ibnu Sina membedakanya secara bijak dengan gangguan mood dan kecemasan berat, meskipun beliau memberikan catatan bahwa love disorder mungkin mirip dengan gangguan - ganguan tersebut. Secara keseluruhan, Ibnu Sina sangat banyak berkontribusi dalam pengobatan psikosomatis melalui deskripsi-deskripsi baru beliau tentang macam-macam gangguan psikiatri dan hubungannya dengan tubuh (body physic).

Sumber:
“Al-Qanun fi al-Tibb” (The Canons of Medicine) karya Abu Ali al-Hussain ibn Abdallah ibn Sina (A.D. 980–1037), lebih dikenal dengan nama Ibnu Sina di Timur atau Avicenna di Barat

Senin, 07 Maret 2011

Muslim Sejati

Menjadi seorang muslim yang sejati tidaklah sulit. Hanya perlu satu tindakan yang harus dikerjakan terus menerus sampai mati, yakni JUJUR